https://lareddepathways.com/
Berita Viral

Tindakan Disiplin Polres Bogor Terhadap Insiden Salah Tangkap

lareddepathways – Bogor, Jawa Barat – Kepolisian Resor Bogor telah mengambil langkah tegas terkait insiden yang melibatkan dugaan salah tangkap terhadap pasangan suami istri di area Cileungsi. Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, mengonfirmasi bahwa anggota yang terkait dengan kasus ini telah diberhentikan dari jabatannya.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Kamis (10/2/2024), AKBP Rio menyatakan telah mengambil keputusan cepat setelah melakukan penyelidikan internal. “Setelah melalui pemeriksaan, saya telah mengambil langkah untuk mencopot anggota tersebut dari posisinya,” ujarnya kepada pers.

Situasi ini mendapat perhatian setelah adanya video yang beredar luas di media sosial, menunjukkan pasangan tersebut yang menjadi korban kesalahan penangkapan oleh sejumlah individu yang mengaku sebagai polisi.

AKBP Rio mengakui bahwa individu dalam video tersebut adalah anggota dari kepolisian. “Semua pihak yang terlibat telah saya konfirmasi,” tambahnya, menguatkan keterangan sebelumnya.

Dalam sebuah gestur pertanggungjawaban, AKBP Rio meminta maaf kepada publik dan pihak-pihak yang terdampak atas insiden tersebut. “Saya mengambil tanggung jawab penuh atas tindakan anggota saya dan menyampaikan permohonan maaf yang tulus,” ucapnya.

Viralnya video tersebut menciptakan gelombang kekhawatiran di media sosial, dimana pasangan suami istri tersebut disebutkan sebagai korban dari penangkapan yang tidak tepat, dengan tuduhan sebagai bagian dari sindikat perampokan.

Menanggapi detail lebih lanjut, AKBP Rio mengkonfirmasi bahwa kepolisian sedang melakukan pemeriksaan mendalam terhadap anggota yang terlibat. “Kami saat ini sedang dalam proses pemeriksaan untuk menentukan peran masing-masing anggota yang terlibat dalam insiden tersebut,” kata AKBP Rio pada Jumat (9/2) malam.

Dalam keterangan terpisah, Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, menjelaskan bahwa insiden ini terkait dengan investigasi kasus pencurian di Rancabungur. Informasi dari empat tersangka yang telah ditangkap sebelumnya mengarah pada identitas dan ciri-ciri kendaraan yang digunakan oleh korban, yang pada akhirnya menyebabkan kesalahpahaman.

“Pemeriksaan terhadap informasi yang diberikan oleh para pelaku sudah tertangkap menunjuk pada kendaraan yang mirip dengan yang ada di video. Namun, setelah dilakukan pengecekan, ternyata informasi tersebut tidak akurat,” terang AKP Teguh.

Ia menambahkan bahwa korban pasutri tersebut telah dibebaskan di lokasi kejadian dan telah menerima permintaan maaf dari pihak kepolisian.

Insiden ini membuka dialog lebih luas tentang pentingnya prosedur penangkapan yang akurat dan transparansi dalam penegakan hukum, sekaligus menunjukkan responsivitas institusi kepolisian dalam mengatasi kesalahan internal.

Anda mungkin juga suka...