lareddepathways.com
Berita

Peningkatan Hubungan Iran-Pakistan di Tengah Ketegangan Regional dan Kesulitan Ekonomi

lareddepathways.com – Presiden Iran, Ebrahim Raisi, memulai kunjungan kenegaraan tiga hari ke Islamabad pada Senin, 22 April, dengan tujuan utama memperkuat hubungan bilateral antara Iran dan Pakistan yang baru-baru ini mengalami ketegangan. Kedua negara, yang memiliki perbedaan sektarian dan sejarah hubungan diplomatik yang kompleks, berusaha untuk mengatasi konflik awal tahun ini yang menandai pertukaran serangan militer lintas batas.

Delegasi Tingkat Tinggi dan Diskusi Bilateral

Dalam kunjungannya, Presiden Raisi didampingi oleh istri dan delegasi tingkat tinggi, termasuk menteri luar negeri dan pejabat senior, menurut keterangan resmi dari Kementerian Luar Negeri Pakistan. Pertemuan antara Raisi dan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menghasilkan diskusi produktif mengenai kemajuan dalam hubungan bilateral dan kesepakatan bersama untuk melawan terorisme.

Isu Keamanan Perbatasan dan Konflik Lintas Batas

Sebelum keberangkatannya dari Teheran, Raisi menekankan pentingnya pembahasan tentang masalah perbatasan, menyusul serangan udara Iran di wilayah Pakistan untuk menargetkan kelompok militan Sunni Jaish al-Adl, dan serangan balasan Pakistan yang menargetkan kelompok separatis BLF. Konflik ini berakar pada situasi keamanan yang kompleks di sepanjang perbatasan kedua negara, terutama di wilayah Balochistan yang luas dan terbagi antara kedua negara, dan dihuni oleh populasi yang memiliki identitas suku yang kuat.

Upaya Bersama Melawan Terorisme dan Pemulihan Hubungan

Sebagai langkah menuju de-eskalasi, Iran dan Pakistan telah berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama keamanan dan memerangi terorisme lintas batas. Mereka juga telah menetapkan kerangka kerja untuk konsultasi bilateral di tingkat menteri luar negeri yang bertujuan mengawasi kemajuan di sektor-sektor kunci, serta memperkuat proyek-proyek seperti pipa gas yang memungkinkan pasokan energi dari Iran ke Pakistan.

Konteks Regional dan Analisis Politik

Menurut Ahsan Raza, analis politik dari Lahore, kunjungan Raisi berperan penting dalam konteks ketegangan regional yang meningkat, termasuk serangan Iran terhadap Israel. Dengan Iran yang telah membangun hubungan dengan Cina, Rusia, dan negara-negara Asia Tengah, Muhammad Akram, mantan senator Pakistan, menyoroti keinginan Iran untuk menambah Pakistan ke dalam lingkaran negara-negara sahabat.

Tantangan Ekonomi Pakistan dan Hubungan Luar Negeri

Sementara itu, Pakistan, yang secara historis memiliki hubungan lebih dekat dengan Arab Saudi dan Amerika Serikat dua negara yang berseberangan dengan Iran menghadapi krisis ekonomi yang mendalam. Dalam upaya untuk mengatasi krisis neraca pembayaran, pemerintah Pakistan tengah mencari dana talangan dari Dana Moneter Internasional (IMF), yang menempatkan negara dalam posisi sulit untuk mendukung Teheran, sebagaimana diungkapkan oleh Naeem Khalid Lodhi, mantan menteri pertahanan Pakistan.

Kunjungan resmi Presiden Iran, Ebrahim Raisi, ke Pakistan membuka peluang untuk memperkuat hubungan bilateral dan mengatasi tantangan keamanan regional yang kompleks. Di tengah ketegangan geopolitik dan kesulitan ekonomi yang dihadapi Pakistan, kedua negara ini berusaha untuk menavigasi dinamika regional yang berubah dan membangun fondasi yang lebih kuat untuk kerjasama di masa depan.

Anda mungkin juga suka...