https://lareddepathways.com/
Berita Viral

Metro Jaya Telah Menetapkan Pacar Tamara Sebagai Tersangka Dalam Kasus Pembunuhan Dante

lareddepathways – Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menetapkan pacar Tamara Tyasmara, yang hanya disebut dengan inisial YA, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Dante, anak berusia 6 tahun milik Tamara. Para penyidik saat ini juga sedang menyelidiki apakah Tamara sendiri memiliki peranan dalam kasus ini.

Ketika ditanya mengenai keterlibatan Tamara, Kombes Wira Satya Triputra dari Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, di Jakarta, pada hari Jumat, 9 Februari 2024, berkata, “Untuk saat ini belum ada kesimpulan, kami akan menggali lebih dalam.”

YA dibekuk di tempat tinggalnya yang berada di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada hari yang sama. YA dihadapkan pada berbagai pasal dalam hukum, termasuk yang berkaitan dengan perlindungan anak dan pembunuhan berencana.

Wira menjelaskan, “Berdasarkan UU Perlindungan Anak, tersangka bisa dihadapkan pada hukuman maksimal 15 tahun penjara, pasal pembunuhan berencana yang bisa berujung hukuman mati, dan pasal lain dengan hukuman maksimal 15 tahun, serta pasal yang bisa mengakibatkan hukuman maksimal 5 tahun.”

Penetapan YA sebagai tersangka terjadi setelah kepolisian melakukan gelar perkara pada Kamis, 8 Februari, dan kemudian langsung menangkapnya di rumahnya keesokan harinya.

Wira menambahkan bahwa bukti yang berasal dari rekaman CCTV di kolam renang, yang menunjukkan YA menenggelamkan kepala Dante hingga 12 kali, menjadi salah satu bukti kuat yang menunjukkan YA sebagai pelaku.

Wira menyatakan, “Analisis dari rekaman CCTV yang berdurasi sekitar 2 jam 1 menit, mengungkapkan serangkaian aktivitas korban yang memungkinkan penyidik untuk mengumpulkan cukup bukti terhadap tersangka dan melakukan penangkapan.”

Sementara itu, Tamara Tyasmara menyangkal adanya persekongkolan dengan YA terkait kematian anaknya. Lewat pengacaranya, Sandy Arifin, di Polda Metro Jaya, pihak Tamara menegaskan bahwa mereka tidak ingin mendahului proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian.

Sandy menegaskan, “Tidak ada kesepakatan apa pun antara Tamara dengan YA mengenai kematian Dante. Klien kami baru tahu tentang keadaan Dante saat anak tersebut sudah dibawa ke rumah sakit.”

Tamara juga menjelaskan reaksinya saat pertama kali melihat kondisi Dante di rumah sakit, mengatakan bahwa ia spontan mencoba untuk menyadarkan anaknya dengan menggigit tubuhnya.

“Saat di IGD melihat anaknya terbaring, seorang ibu pasti akan berusaha apa pun agar anaknya bisa sadar,” ujar Tamara.

Dia menambahkan, “Sudah banyak komentar yang masuk, tapi saya hanya bisa diam dan melakukan yang terbaik untuk Dante. Biar orang berkata apa, yang paling mengenal Dante adalah saya, dan saya ingin menunjukkan bahwa saya tidak akan tinggal diam.”

Anda mungkin juga suka...